Cerpen : Choriah Damalina Ginting Munthe

Aku memasuki rumah ku yang selalu sepi. Sudah biasa bagiku dengan keadaan ini, biasanya bunda jarang pulang ke rumah. Bunda sibuk dengan pekerjaannya.

Jarum jam menunjukkan pukul 20.53 WIB. Malam masih lama… “Seyna…”aku menoleh saat mendengar seseorang memanggil namaku.

“Bunda..” lirihku tertahan… Oh..aku sangat merindukan Bunda, namun rasa marah juga menyelimuti hatiku. Membuat aku menekan dalam-dalam rasa rindu itu. “Bunda mau bicara…”

“Nggak ada yang perlu dibahas Bun..” jawabku cuek sambil menghembuskan nafas kasar lalu melangkah menuju kamar. Kalian boleh berfikir bahwa aku adalah anak durhaka. Tapi aku hanya bisa bilang.

“Karna bukan lo yang ngerasain apa yang gue rasain…” “Tapi…bunda juga nggak bisa disalahin, pekerjaan mengharuskan nya jarang pulang, dia harus menetap di Perancis…”

Aku meraih benda pipih yang kerap menaniku. “Cafe Dara…” gumam ku. “Nggak ah…malu…” tepisku saat satu sisi hatiku ingin datang.

Whatsapp

Annna: Woy… ada berita hot…tentang Ody !

Ilyn: Apa nyuk?

Annna: Sopan lah…gue bukan kunyuk…

Anis: Iya iya iya

Ilyn: Siap iya kk @anna

Anis: tentang apaaan..?(kepo)

Annna: apaan yak? gue lupa…

Ilyn: njir…bangsat lo…

Anna: tanyak Seyna lah…

Annna: sey..bukannya Ody mau ngerayain ultah ama lo? (bersambung………)

Author

Write A Comment