Cerpen : Choriah Damalina Ginting Munthe

“HBD Ol…” kataku saat dia memasuki rumah kost nya. “Thanks…” jawab Ody sendu. “Lo inget ultah gue…padahal pacar gue sendiri lupa…” tambahnya sebelum meniup lilin kue yang kubawa.

“Buat harapan dulu…” kataku mencegah dia meniup lilin. “Ok…” Belum sempat Ody meniup lilin, HP nya bergetar pertanda ada chat baru.

Ody langsung meraih benda pipih itu, dan raut wajahnya langsung berubah. Aku memberi kode bertanya lewat mataku. “Erin..mau ngadain acara ultah gue di cafe Dara..”kata Ody dengan mata berbinar.

“Eng..” “Dadagh..gue cabut duluan…kost gue nggak usah dikunci…” kata Ody langsung pergi tanpa menunggu respon dariku.

Aku memandang kue ultah dan hiasan ulang tahun yang telah susah payah kubuat di kamar kost Ody. Aku menghembuskan nafas kasar, kemudian beranjak dari tempatku berdiri dan memutuskan untuk pergi.

Saat mataku melihat tempat sampah di dekat pintu, dengan emosi aku melemparkan kue ultah itu ketempat sampah.

(bersambung…….)

Author

Write A Comment