Halaman Resmi BP Batam
HomeBerita“Sudah Era 4.0, Logo Tut Wuri Handayani harus diganti, Mas Nadiem”

“Sudah Era 4.0, Logo Tut Wuri Handayani harus diganti, Mas Nadiem”

SUARAKALA.id, BATAM – Sobat Santuy masih sekolah? baru selesai sekolah? atau sudah lama selesai sekolah? lama sekali? Ini bukan jebakan umur lho, ya? haha.

Kalau Sobat Santuy termasuk salah satu dari itu, tentu akrab dengan logo atau lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Ya, lambang yang ada slogan “Tut Wuri Handayani”-nya, biasanya sudah ada di topi dan dasi seragam sekolah Sobat Santuy. Nah, logo itu wajib terpasang di seragam (juga buku pelajaran resmi dari pemerintah) kira-kira mulai tahun berapa?

Bukan baru tahun kemarin, atau lima tahun yang lalu, tapiā€¦empat puluh tiga tahun yang lalu. Kira-kira tahun 1977 keputusan itu dibuat oleh Pemerintah Indonesia lewat Keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 0398/M/1977, pada tanggal 6 September 1977.

Lebih tua dari usia Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita sekarang, Mas Nadiem Makarim.

Sudah lama kan? ya, lama pakai banget. Kalau logo “Tut Wuri Handayani” itu mau diganti baru, atau didesain ulang (redesign), Sobat Santuy setuju nggak?

Mendesain ulang logo (brand) sebuah produk atau lembaga bukan sesuatu yang tabu atau haram, bahkan menjadi keharusan dengan tujuan dan alasan banyak sekali.

Desain ulang logo Tut Wuri Handayani

Dari tujuan penyegaran, perbaikan, sampai ke tujuan keberuntungan. Banyak perusahaan-perusahan besar di dunia ini sudah mendesain ulang logo mereka (beberapa kali malah).

Dari Google hingga Coca Colla, Pepsi, Mastercard, VW, Juventus, F1 dll atau contohnya, ya perusahaan milik Pak Nadiem sendiri, Gojek, yang belum lama ini memperkenalkan logo baru mereka.

Logo adalah sebuah identitas, sebagai penanda sebuah produk atau lembaga. Kita setiap hari, bahkan mungkin setiap menit hidup berdampingan dengan logo-logo, puluhan logo, atau ratusan logo mungkin, sadar atau tidak.

Ketika bangun pagi, Sobat Santuy melihat apa pertama kali? handphone? buka aplikasi What’s App? Facebook? Instagram? yang ditekan tentu logo aplikasi tersebut, kemudian berpindah ke aplikasi lain yang juga tentu ada logonya.

Dari genggaman tangan Sobat Santuy saja sudah ada puluhan logo yang dilihat setiap hari, belum lagi jika kemudian buka komputer, melihat televisi hingga pergi ngopi-ngopi. Di jalan, di Kantor, di mana-mana Sobat Santuy pasti melihat itu semua.

Kembali ke Logo “Tut Wuri Handayani”. Seorang desainer grafis asal Kepri, lewat akun instagram-nya @dobstudio20 sudah mencoba merancang ulang desain logo Kemendikbud yang sudah berusia 43 tahun tadi.

Sobat Santuy bisa cek sendiri di IG-nya, terlihat ia berusaha membuat logo itu lebih baru, clean, simple dan modern, dengan konsep flat desain. Ia tetap mempertahankan elemen utama dengan sentuhan baru pada logo sebelumnya.

Seperti jumlah sayap burung garuda, buku, dan elemen api, dan tentu slogan “Tut Wuri Handayani” tak boleh dihilangkan, karena slogan itu adalah legacy dari Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.

Terlihat logo hasil rancangannya itu memang lebih kekinian, mengikuti arus zaman. Lebih milenial deh pokoknya. Katanya ini sudah era 4.0, masa logonya masih belum berubah sejak dari zaman 0.4.

Jadi, kira-kira bagaimana menurut Sobat Santuy semua? setuju nggak Logo itu diganti atau didesain ulang? (Kala)

No comments

leave a comment