Aku duduk di bibir pantai
sambil menunggu langit muncul dengan indahnya.
Hanya aku, dan suara deburan ombak
yang membawa kembali ingatan masa lampau

Aku bodoh saat itu.
Aku mencoba menggapai kembali ragamu
yang sayangnya tidak sampai .
Aku memutuskan untuk menunggu.

Menunggu sesuatu yang bersifat fana.
Entah harus dipanggil apa.
Hebat, atau bodoh?
Sulit membedakan keduanya.

Mungkin karena probabilitas dan algoritma tidak bekerja dalam cinta.
Aku menatap kepada sesal
Sesal kembali menatap dan berkata,
“Jika lelah, istirahat. Beberapa hal bukan untuk dimengerti, tapi untuk diterima”

Penulis : Odie

Author

Write A Comment