“Fiberisasi ini untuk meningkatkan kualitas jaringan data, dan bagian dari persiapan menuju implementasi 5G di masa mendatang,” kata Plt Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa.

SUARAKALA.id, MEDAN– Pandemi Covid- 19 memaksa masyarakat untuk bisa selalu mobile dan terkoneksi dengan internet dalam menjalankan aktivitas produktif. Kebutuhan layanan data pun meningkat.

Percepatan fiberisasi sedang dilakukan di wilayah padat penduduk guna mendukung aktifitas di era new normal. Termasuk di Sumatera. Pengerjaan proyek fisik dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Fiberisasi ini untuk meningkatkan kualitas jaringan data, dan bagian dari persiapan menuju implementasi 5G di masa mendatang,” kata Plt Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam rilisnya, Rabu (24/6/2020).  

I Gede Darmayusa memastikan, proyek fiberisasi ini harus tetap jalan. Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan Base Transceiver Station (BTS) melalui jalur fiber.

Sekaligus meregenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber.

“5G mampu menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah,” jelasnya.

I Gede Darmayusa menyebut, manfaatnya dipercaya mampu mendorong berbagai sektor ekonomi di Indonesia untuk bergerak lebih cepat.

Keunggulan teknologi ini hanya bisa didapatkan jika site atau BTS terkoneksi dengan fiber. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 53 persen BTS dari total target di tahun 2020 telah terhubung dengan jaringan fiber.

Di Sumatera, fiberisasi juga telah rampung antara lain di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Jambi, Palembang, Bengkulu, Pangkal Pinang, hingga Bandar Lampung.

Serta area pelosok seperti di Kabupaten Aceh Besar, Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Agam, Kampar, Muaro Jambi, Banyu Asin, Ogan Komering Ulu Timur, Lampung Timur.

Penulis : Kala/ rilis XL

Author

Write A Comment