SUARAKALA.id– Visa dan segala peraturan yang terkait dengan syarat masuk dan keluar Arab Saudi (seperti mata uang, bea cukai, dan peraturan karantina) dapat berubah sewaktu-waktu.

Permohonan untuk visa Arab Saudi syaratnya harus melampirkan sidik jari. Pengunjung satu kali (one-time visitors) yang menggunakan visa single-entry tidak membutuhkan izin keluar dari Arab Saudi.

Dikutip dari laman safetravel.id, Minggu (2/8/2020) dimana orang asing yang memegang izin bekerja atau izin tinggal di Arab Saudi yang berkeinginan untuk keluar diharuskan memiliki izin keluar. Permohonan izin tersebut diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melalui sponsor warga asing yang berada Arab Saudi tersebut.

baca juga : https://suarakala.id/persyaratan-orang-masuk-dan-keluar-arab-saudi/

baca juga: https://suarakala.id/ini-syarat-pernikahan-wni-di-arab-saudi/

Informasi penting, jika seseorang yang terlibat dalam sengketa sengketa usaha, sengketa ketenagakerjaan/perburuhan, atau sengketa pemutusan hubungan kerja tidak dapat diberikan izin keluar sebelum sengketa tersebut selesai atau terabaikan.

Penyelesaian sengketa dapat memakan waktu satu bulan atau lebih. Sponsor Saudi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam negosiasi penyelesaian sengketa tersebut.

Pengunjung Arab Saudi yang tinggal melebihi waktu (overstayers) yang ditentukan dalam visa akan didenda sebanyak 10.000 Riyal Saudi (sekitar Rp 35 juta) serta penahanan di detensi imigrasi untuk proses deportasi.

baca juga : https://suarakala.id/layanan-istimewa-kementerian-haji-arab-saudi-untuk-jemaah-haji-tahun-ini/

Setiap penumpang pesawat diwajibkan melaporkan segala bentuk uang, cek dan giro, atau logam mulia yang berharga lebih dari 60.000 Riyal Saudi (sekitar Rp 210.000.000) pada saat tiba maupun saat akan meninggalkan Arab Saudi.

Pihak bea cukai menegakan peraturan yang ketat terhadap benda-benda yang dilarang, seperti senjata dan benda-benda yang diharamkan oleh hukum Islam seperti produk yang berasal dari hewan babi, minuman beralkohol, pornografi (termasuk gambar orang yang berpakaian minim, khususnya perempuan), dan buku agama serta materi yang bertentangan dengan Islam.

Selain itu, Otoritas Arab Saudi mungkin menolak Sobat Santuy memasuki Arab Saudi apabila paspor atau barang bawaan menunjukan bahwa Sobat Santuy pernah mengunjungi Israel, seperti stempel masuk atau keluar Israel atau stiker yang terdapat tulisan dengan bahasa Ibrani (Hebrew).

Penulis : Iko
Sumber : Kemlu RI

Author

Write A Comment