SUARAKALA.id, Batam – Trailer film Arumi, Night is Blue diputar sekitar dua menit di Bioskop Cinepolis Mall Botania 2 Batam, Kepulauan Riau pada Sabtu (14/10/2020) malam. 

Undangan terbatas. Karena lebih mempertimbangkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19 ini. Tapi sejumlah pemeran film yang diproduksi oleh Zettamind Studio itu menyempatkan diri hadir menyapa penonton. 

baca juga : Pesona Batam, Tania Ngesti Mulai Rintis Karir di Industri Film

Pemeran utama Arumi diperankan oleh Tania Ngesti Carottama. Kemudian Juna, teman dekat Arumi diperankan oleh Adam Radja Syah Yasmindaniz. 

Crew dan Pemeran Film Arumi, Night is Blue. FOTO/ untuk suarakala.id.

Selanjutnya, sosok Hatta, pacar Arumi yang diperankan Dian Pratama Kyle serta Vira Respaty dan Dicky Wijaya berperan sebagai orang tua Arumi. 

Film Arumi, Night is Blue akan tayang di layar lebar awal Januari 2021. Tapi sebelum tayang, banyak yang bertanya. Arumi, Night is Blue, film Batam yang judulnya ke “Barat-Baratan” alias universal itu.  

Je Yatmoko, sekaligus sutradara film Arumi, Night is Blue pun menjelaskan alasannya memberi judul itu. “Jujur sebelum di Batam, saya lama di luar. Delapan tahun di Singapura. Referensi film saya itu film-film internasional,” ulas Je Yatmoko. 

baca juga : Setelah Ramlie Oii Ramlie, Zettamind Studio Open Casting Untuk Film Kedua

“Mungkin kalau saya pakai bahasa Indonesia, jangkauan saya lokal. Tapi mindset, saya harus membawa perfilman Batam ke luar negeri dengan bahasa universal,” terangnya lagi. 

Je Yatmoko mengakui, ketika memakai judul Arumi, Night is Blue, bukan berarti mengesampingkan bahasa Indonesia. Dirinya ingin mengangkat karya lokal biar diterima oleh negara lain. 

“Visi saya, nanti Batam punya budaya Pop sendiri dan tidak selalu terpengaruh sama Jakarta,” timpalnya. 

Je Yatmoko menyebut, untuk film Arumi Night is Blue kali ini merupakan projek personalnya. Lantas, kok judulnya Night is Blue. Bukankah malam itu gelap (hitam)? 

“Benar, malam itu gelap (hitam) tapi di film Arumi, Night is Blue, malam itu biru,” jawab Je Yatmoko. 

“Selain menceritakan malam yang dialami Arumi itu mengharu biru, jadi ada hal tersirat kenapa malam itu biru dari versinya si Juna,” akunya. 

Je Yatmoko mengemukakan, kalau Juna dalam film ini punya persepsi sendiri, kenapa malam itu biru. Mungkin persepsi itu baru bisa dirasakan penonton ketika melihat sendiri kenapa biru, padahal malam itu gelap atau hitam harusnya. 

Lanjut Je Yatmoko: Night is Blue atau Malam itu Biru ini sebenarnya kata-kata Juna kepada Arumi. “Arumi malam itu biru”

Kenapa malam itu biru, jadi timeline di cerita ini adalah durasi satu malam. Dari sore sampai pagi. Syutingnya 90 persen malam. 

“Di malam itu Arumi mengalami hal yang mengharu biru. Dalam satu malam itu, banyak konflik yang dialami oleh kelima karakter ini,” jelas pria yang akrab disapa Moko ini. 
Bocoran lainnya: nantinya banyak juga dialog-dialog yang bakal membuat penonton baper. 

Penulis : Iko

Author

Write A Comment