HomeCurhatDiajak Nikah Paman Sendiri, Waduh!

Diajak Nikah Paman Sendiri, Waduh!

Advertisements
halaman resmi Badan Pengusahaan Batam

Balik lagi ke curhat-curhat manja nih sobat santuy. Kali ini ada Riri (bukan nama sebenarnya) yang sangat kaget ketika diajak nikah oleh kerabat dekatnya Robby (bukan nama sebenarnya).

Robby adalah sepupu jauh sang ibu yang kalau secara adat adalah pamannya Riri. Robby memang sudah lama mengincar keponakannya itu. Umur mereka tidak terlalu jauh.

Tapi tetap saja seharusnya Robby dan Riri tidak boleh menikah secara adat. Robby juga pernah bercanda kepada ibu Riri tentang niatnya melamar anak dari sepupunya itu.

Ilustrasi: cincin nikah. FOTO/suarakala.id

Karena dikira hanya bercanda, Riri selama ini santai saja dan tidak menanggapi dengan serius rayuan-rayuan sang paman. Tahun lalu Robby pamit kepada Riri untuk pergi merantau.

Riri hanya tertawa ketika dengan sangat serius Robby menyampaikan bahwa ia tidak akan pergi kalau Riri menginginkan dirinya tetap di kampung mereka itu.

Tentu saja Riri tidak menahan karena ia pun tidak punya rasa suka terhadap si paman. Lagi-lagi ia hanya menganggap Robby bercanda.

Setahun kemudian Riri datang ke sebuah kota yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dan yang paling tidak diduga kota itu ternyata merupakan kota yang sama tempat pamannya merantau. Batam.

Riri dan Robby bertemu lagi dalam acara buka tahun di rumah kerabat mereka di wilayah Batamcentre. Dan saat itulah Robby menyatakan keseriusannya terhadap Riri.

Katanya ia sudah mengumpulkan cukup uang untuk biaya menikah dan hidup mereka. Menurut Robby urusan adat yang tidak membolehkan mereka menikah bukanlah masalah yang besar.

“Kan sekarang sudah jaman modern. Melanggar sedikit adat tidak akan membuat kita dikucilkan dari keluarga besar,” kata Robby.

Riri yang saat itu memilih untuk kuliah menolak lamaran sang paman. Ia menyampaikan permintaan maafnya saat itu juga.

Robby dapat menerima alasan logis Riri. Ia mengaku akan sabar menunggu Riri selesai kuliah. Cieee, yang menunggu…

Penulis: Aminah

previous article
next article
No comments

leave a comment