Halaman Resmi BP Batam
HomeCurhatCantik Itu Luka, Suara Hati Caca

Cantik Itu Luka, Suara Hati Caca

SUARAKALA.id, BATAM – Cantik itu luka, novel karya Eka Kurniawan ini belum sempat dibaca oleh Syafira Al-Haddad atau akrab disapa Caca ini.

Tapi dari judul, dia yakin tulisan Eka mewakili banyak keresahan dari para perempuan di Indonesia.

Mahasiswi ini sepakat, cantik itu luka dan berikut suara hatinya untuk Sobat Santuy di akhir pekan, Sabtu (29/2/2020):

Setiap wanita terlahir cantik. Masa bodoh pendapat orang cantik adalah relatif.

Cantik seperti apa yang dimaksud? Jika hanya tolak ukurnya fisik, itu fantasi seksual semata.

Kami perempuan bukan objek seksual saja. Banyak perempuan juga ingin dihargai dari karya dan kinerja. Dari prestasi bukan semata sensasi.

Saya cantik? Banyak teman terdekat menggiring opini ke sana. Dan tidak salah saya mengamininya.

Bukan karena saya angkuh atau jemawa, saya hanya mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tapi tahukah kau? Tak selamanya orang cantik itu merasa tenang. Selalu diidentikkan dengan segala kemudahan mulai dari mencari kerja atau gebetan.

Apakah tindakan yang negatifnya pernah kalian tahu? Pelecehan seksual verbal maupun fisik sangat dekat.

Terkadang sulit melepaskan pikiran-pikiran ‘kotor’ para lelaki hidung belang. Itu tugas kita manusia, bukan hanya aku dan kalian dalam kelompok kecil.

Kita adalah lingkaran besar yang belum terangkai erat.

Cantik bisa jadi bumerang. Percayalah, semua wanita cantik.

Tapi jangan terbuai dengan pujian. Penghinaan berbentuk godaan tak jarang menjatuhkan.

Tuhan itu adil. Percayalah! (Aidit)

No comments

leave a comment