Halaman Resmi BP Batam
HomeBeritaCaca : Begini Cara Lelaki Sejati Itu Berkenalan

Caca : Begini Cara Lelaki Sejati Itu Berkenalan

SUARAKALA.id, BATAM – Hai sobat santuy. Sebagian dari Sobat Santuy mungkin pernah mendengar istilah ‘catcalling’?

Istilah ini memang agak asing, namun sangat dekat dengan lingkungan kita!Sebagian besar perempuan tentu pernah mengalaminya.

Secara singkat, catcalling dapat diartikan sebagai tindakan bersiul atau memanggil dengan maksud hati untuk menggoda saat si perempuan sedang berada di ruang publik.

Bisa di jalan, mall, atau warung kopi, tindakan catcalling ini kerap terjadi. Apalagi saat si perempuan sedang berjalan sendiri dan melewati sekumpulan pria.

Secara spontan, kebanyakan mengganggap catcalling hanyalah sebuah candaan belaka.

Caca. FOTO/ suarakala.id

Padahal, candaan ini dianggap oleh sebagian besar perempuan sebagai bentuk pelecehan seksual secara verbal dan membuat ketidaknyamanan.

Bukan tanpa sebab, candaan itu lahir setelah si perempuan hanya dijadikan objek seksual semata.

Keresahan terhadap perilaku catcalling pun diutarakan oleh salah seorang mahasiswi di Batam, Syafira Al-Haddad atau akrab disapa Caca.

“Catcalling itu bukan candaan,” tegasnya berbincang dengan suarakala.id, Sabtu (29/2/2020). Menurut Caca, tindakan catcalling ini dapat mempengaruhi psikologis sebagian besar perempuan.

“Bayangin, di tengah kota saja terkadang perempuan bisa terkena perilaku pelecehan seksual secara verbal. Jadi di ruang publik mana lagi kami akan merasa aman dan nyaman,” sesalnya.

Caca tak ingin kaumnya hanya dijadikan fantasi seksual bagi kaum pria kebanyakan. Baginya, perilaku catcalling ini berkaitan erat dengan mind set (pola pikir) dan culture set (budaya) banyak orang kebanyakan.

“Banyak opini yang bilang, kalau catcalling akan dialami oleh perempuan yang berpakaian terbuka. It’s a bullshit. Perempuan berpakaian tertutup pun jika mind set mereka telah ke sana (fantasi seksual), tindakan ini akan tetap dipelihara,” sambung Caca.

Perempuan berambut panjang bergelombang ini pun banyak memberikan contoh perilaku yang bahkan dia sendiri pernah mengalaminya. Caca sering digoda saat berjalan sendiri.

Kata Caca, cara lelaki sejati untuk berkenalan bukan dengan melecehkan perempuan seperti itu.

“Saya jujur tidak nyaman jika sampai harus disiulin atau digoda. Kalau memang ingin berkenalan, datang dan ngobrol.

Perempuan bukan untuk direndahkan seperti itu,” kata Caca sambal menyebut, beberapa kejadian lain yang juga turut dialami teman-temannya.

Caca merasa, sebagai mahasiswi dia bertekad untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perihal tindakan catcalling ini. Ia ingin mengajak perempuan untuk menyuarakan keresahannya terhadap siulan dan godaan yang sering diterima.

“Ayo perempuan, kita bersuara. Speak up woman, untuk perkara kecil tapi berdampak besar,” katanya mengakhiri. Diketahui, besok Caca dan teman-teman satu komunitasnya juga akan membahas perihal catcalling di forum diskusi yang digagas.

Melalui forum-forum kecil, Caca ingin perilaku catcalling bisa diminimalisir dan membuat ruang publik menjadi aman untuk para perempuan beraktivitas.

Oh iya Sobat Santuy, apa yang disuarakan oleh Caca juga ternyata ada gerakannya juga lho di media sosial. Coba deh kalian lihat akun instagram @dearcatcallers.id.

Dari sana kalian coba cari tahu apa saja perilaku yang mengarah ke perilaku catcalling. Dengan 67,9 ribu pengikut, akun ini kerap membagikan postingan edukasi terhadap kaum perempuan lho.

Ingat ya sobat santuy, catcalling itu tidak keren! Ayo hargai perempuan, paling tidak jangan merendahkan atau bahkan melecehkan mereka. (Aidit)

Latest comment

leave a comment