Apa kabar sobat santuy? Sehat-sehat kan? Gimana selama #dirumahaja? Aman?

Corona…Corona…Corona…

Banyak hal yang berubah sejak virus corona mewabah. Ndak usah jauh-jauh dulu membahas perekonomian negara. Perubahan ini dapat Sobat Santuy temukan di lingkungan keluarga sendiri.

Baru-baru ini, seorang suami berprofesi wartawan kena ‘lockdown’ dari sang istri.

“Periksakan diri Sayang. Demi aku dan si buah hati,” pesan si istri lewat WhatsApp yang ditunjukkan kepada suarakala.id, Rabu (25/3).

Tidak bisa disalahkan juga. Profesi jurnalis rentan karena tugasnya meliput dan harus mengikuti perkembangan penyebaran virus ini.

Beberapa hari setelahnya. Pewarta lain juga harus izin tidak pulang ke rumah.

Dikarenakan kontak langsung dengan seorang rekannya yang diduga suspect corona. Kali ini bukan atas permintaan sang istri.

“Kami waspada saja. Tadi kontak langsung dengan teman yang orang satu tempat kerja ada yang positif (corona). Belum pasti juga. Hahaha,” kata pewarta ini tenang sambil melihatkan pesan yang membuat heboh malam itu.

Entah ia tertawa sambil mengirim pesan itu atau bagaimana. Pasti ada rasa takut dalam dirinya. Namun ia tidak mau keluarganya khawatir.

Ia memilih tidak masuk ke dalam rumah dan tidur di mobil, sampai kabar yang diterimanya valid.

Mendapat kabar tersebut, istri nya yang berprofesi sebagai perias pengantin menjadi dilema. Kabar suaminya yang mengaku, close contact dengan orang yang suspect corona bersamaan dengan permintaan rias pengantin di Minggu depan.

Ia bingung menitipkan sang buah hati yang masih kecil kepada siapa. Ke tempat biasa? Rasanya tidak percaya sepenuhnya.

Pengantin yang akan dirias juga mengalami galau berat. Resepsinya harus ditunda. Padahal catering, gedung, semuanya sudah di DP (Duit Pangkal). Undangan pun sudah disebar.

Terpaksa semuanya dibatalkan. Uang pangkal? Lupakan. Mana mungkin dikembalikan.

Tapi, Pukul 23.00 WIB. Si wartawan mendapatkan kabar baik. Yah, sebenarnya bisa dibilang ini adalah sebuah miskomunikasi.

Tapi daripada marah. Miskomunikasi kali ini lebih banyak membuat bersyukur. Bersyukur karena informasi yang diterima tidak valid.

Ada lagi curhat dari seorang mahasiswa semester akhir. Yang seharusnya Juni ini sudah selesai magang dan bisa langsung wisuda. Karena skripsinya sudah diselesaikan duluan.

Namun karena tempatnya magang diliburkan. Ia khawatir wisudanya akan terhambat.

“Ini sudah libur Minggu ke-2,” curhatnya.

Belum lagi sobat santuy yang biasanya rajin nongkrong. Sementara belum bisa bertemu teman-teman apalagi si doi.

Kita semua dirugikan karena virus ini Sobat santuy. Tapi yang paling penting jaga kesehatan.

Kalau nanti sudah reda, kita benahi lagi semuanya. Semangat! Salam Santuy!

Write A Comment