Halaman Resmi BP Batam

Si bungsu dalam gubuk
Apa kabarmu?
Jika sudah, kenapa tertawa?
Kenyangkah perutmu?
atau justru lapar yang kau balut tawa

Adikku
Berapa banyak yang ingin kau punya?
Apa saja yang ingin kau miliki
Tidakkah kau ingin seperti mereka?
Menangislah lalu genggam impiannya

baca juga : Kekasih

Pintalah sesukamu
Memberontaklah jika tak ada yang kau dapat
Setidaknya menangislah agar
Ibu bapak tahu, kau masih kanak

Jangan takut dimarahi
Apalagi dipukuli
Rasakan walau sekali
Bentakan ibu, ayunan kepalan bapak
Dan saat kau berhenti menangis
Yang kau pinta tak juga kau genggam
Tandanya bapak dan ibu berkata jujur
Membalut ketiadaan dalam kemarahan

baca juga : Untuk Penyair yang Angkuh

Jangan seperti kami
Yang pulang dengan memar
Pulang dengan goresan luka mengering
Tersenyum di depan pintu
Dijauhi kawan seumuran

Tak perlu seperti kami
Berlari tanpa sendal
Di aspal panas, berdebu
Kami yang bodoh demi menumpang
di sepeda mereka
Kami yang dijauhi karena tak punya mainan
serupa
Berontaklah,
Menangislah
Tahan jika badanmu jadi sasaran
Saat kau pulas dan terjaga

baca juga : Angan

Lupakanlah hari ini
Ayah dan ibu tak membencimu
Sesekali intiplah ibu di dapur
Dan ayah di kebun
Mereka sesenggukan di antara ketiadaan

Penulis : Ambo

No comments

leave a comment