HomeBerita7 Film Indonesia Ini Ganti Judul Sebelum Tayang

7 Film Indonesia Ini Ganti Judul Sebelum Tayang

grafis/ suarakala.id

SUARAKALA.id – Halo Sobat Santuy. Sekadar mengingatkan kembali bahwa ada beberapa film Indonesia yang akhirnya memutuskan untuk ganti judul atas alasan-alasan tertentu.

Judul tersebut diganti sebelum tayang di bioskop. Bahkan, ada juga yang diganti setelah tayang di luar negeri.

Berikut beberapa film Indonesia yang memutuskan ganti judul sebelum filmnya tayang di bioskop Indonesia, seperti dikutip laman Moviezy dari Kincir, pada Rabu (16/6/2021) :

Buruan Cium Gue Jadi Satu Kecupan (2004)
Dibintangi oleh pemain-pemain muda beken pada zamannya, film ini menuai protes lantaran judulnya yang dianggap vulgar. Beberapa tokoh agama mendatangi Lembaga Sensor Film untuk meminta film ini tak ditayangkan.

Titik tengah pun ditemukan. Film Buruan Cium Gue tetap tayang dengan beberapa adegan yang dipotong. Selain itu, judulnya pun diubah jadi Satu Kecupan.

ML Jadi Cintaku Selamanya (2008)
Dari judulnya kita sudah bisa mengira jika film ini akan menyajikan banyak adegan-adegan panas yang terpampang di bioskop. Hal itu memang sudah disiapkan.

Namun, banyak dari aliansi mahasiswa berdemo dan mengecam film tersebut. Sama seperti Buruan Cium Gue, film ML memilih untuk mengubah judulnya menjadi Cintaku Selamanya. Memang jauh banget dengan judul aslinya, tapi setidaknya hal itu bisa mendamaikan suasana.

Samudra Hotel Jadi 308 (2013)
Film horor yang dibintangi oleh Denny Sumargo dan Shandy Aulia ini memang langsung menyedot perhatian. Dari trailernya saja, sudah cukup menarik untuk ditonton.

Dengan judul Samudra Hotel, cukup hadirkan antusias penggemar film horor. Namun sayang, ada yang berkeberatan dengan hal tersebut.

Alhasil, rumah produksi pun mengalah dan mengubah judulnya menjadi 308. Meski diganti, film tersebut tak mengubah cerita. Sebelum tayang, film 308 juga mengubah trailer dan poster.

Perawan Dayak Jadi Perawan Seberang (2013)
Film horor ini dibintangi oleh mendiang Julia Perez. Filmnya memang memiliki jalan cerita yang cukup vulgar.

Maka dari itu, banyak komunitas dari suku Dayak yang berkeberatan dengan judul yang Perawan Dayak.

Mau tidak mau, judul dari film itu pun harus diubah menjadi Perawan Seberang. Sayangnya, perubahan judul itu juga tak membuat filmnya dikenal publik.

Rumah dan Musim Hujan Jadi Hoax (2018)
Film keluaran 2012 ini memiliki tiga kisah satu keluarga yang terbungkus dalam satu film.

Tiga kisah tersebut menceritakan masing-masing anggota keluarganya dengan tiga genre yang berbeda: drama, komedi, dan horor.

Awalnya, film ini berjudul Rumah dan Musim Hujan saat peluncuran perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival Ke-7 dan penayangan di berbagai festival film internasional.

Enam tahun kemudian, film ini tayang secara komersial. Sebelum tayang di bioskop, film ini mengalami perubahan judul menjadi Hoax. Perubahan judul itu diputuskan setelah melakukan editing ulang.

Ifa Isfansyah sang sutradara menyebut bahwa alasan penggantian judul karena setelah proses penyuntingan gambar, penggunaan judul Hoax dianggap lebih pas.

Selain karena proses penyuntingan, kondisi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi tahun politik juga dianggap sebagai alasannya.

Hal ini dikarenakan pada saat tersebut, banyak sekali berita bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat.

Jakarta Bangkit Jadi Bangkit (2016)
Bangkit merupakan disaster movie pertama di Indonesia yang menarik disimak. Film ini punya visual CGI yang bagus dengan jalan cerita yang bisa dinikmati.

Filmnya berkisah tentang anggota tim SAR yang mencoba untuk menyelamatkan kota Jakarta dari banjir.

Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian ini awalnya berjudul Jakarta Bangkit. Namun, beberapa waktu sebelum tayang, judulnya diganti dengan dipersingkat menjadi Bangkit!

Arwah Goyang Karawang Jadi Arwah Goyang Jupe-Depe (2011)
Masih ingat perseteruan antara Dewi Persik dan Julia Perez? Hal itu terjadi dalam sebuah adegan film.

Film itu sudah disiapkan dengan judul Arwah Goyang Karawang. Jalan ceritanya tentang para penari dari Karawang.

Namun, judul tersebut menuai kontroversi dari beberapa tokoh masyarakat Karawang. Alhasil, filmnya pun berganti judul jadi Arwah Goyang Jupe-Depe.

Meski begitu, film ini tak berhasil menarik minat masyarakat, yang diingat hanya perseteruan dua artis pemeran utamanya saja.

Jadi, judul adalah hal terpenting dalam sebuah film. Dari judul, sebagian besar orang memutuskan untuk menonton filmnya atau tidak.

Penulis : Iko

Latest comment

leave a comment