Home2020February (Page 8)

Perlahan kutatapSambil meratapApa yang salahSatu saja petunjuk, adakah? Telapak tangan yang rengutgarisnya mulai kabutMengingatkanku pada tawaYang menggelitik tidak percaya Apa kata merekaJalanku adalah milikkuPungkasku kala itu Tapi menjelang senjaBagaimana bisa begini adanya?Selalu kembali ke tempat yang samaTanahku lahir akankah jadi tempatku menua? Ramalan kuno ituMenahanku berkelanaMemenjarakan angan-anganMenanduskan harapan Penulis: Aminah

Hari Minggu (2/2/2020) itu dimanfaatkan oleh sesame pengendara vespa di Batam untuk bersilaturahmi. Di tanggal cantik itu juga, kurang lebih 100 an kendaraan vespa ‘mengaspal’ menuju Pulau Galang Baru.   Pengendara Vespa Batam berkumpul sebelum berangkat. FOTO/ dok Batam Vespa untuk suarakala.id Mereka mengklaim dari komunitas Vespa

Kali ini curhat datang dari seorang youtuber muda yang baru saja merintis. Tim yang beranggotakan 3 orang itu terdiri dari Boy (bukan nama sebenarnya), Yogi (bukan nama sebenarnya) dan Mela (juga bukan nama sebenarnya). Awalnya tim ini sangat bersemangat karena belum setahun berkarya. Channel youtube mereka

Beberapa pekan lalu, tulisanku tentang etnomusikologi terbit pada salah satu media online. Dengan tema manajemen/tata kelola seni tradisional pada kelompok musik OMPS yang berada di Kota Batam. Lalu, terlintas sejenak dibenakku, pada Komunitas Seni Nan Tumpah atau KSNT yang berada Perumahan Bumi Kasai Permai Jalan

Si Penanya Kabar Baru saja kubuka laptop di meja kerjaIbu menelepon menanya aku sedang apaSaat itu hatiku sedang tak baik-baik sajaMelihat tumpukan pekerjaan mumet rasanya Aku tidak benar-benar mendengarkan ibu berbicaraSeperti biasa aku hanya iya-iyaDitanya apa kujawab apa Ibu pun marahAsal jawabku dikiranya aku sedang menipuAstaga!Aku salah jawab "Sudahlah

Unfollow Ini pukul 03.25 dini hariMataku masih sangat melek padahal tidak ada kuminum kopiEntah mengapa pikiranku berputar sejak malam tadi Dengan resah "bagaimana ini?" Kataku dalam hatiMengingat harus berangkat magang beberapa jam lagi Kalau aku tidur sekarang, mungkin akan bangun siang nantiSementara surat peringatanku belum pula kuurusi Kukira masalah

Sofian mengaku, kesal. Katanya, sejumlah oknum pelaku usaha ada yang memanfaatkan momentum virus corona ini. Seperti harga masker dinaikan. Yang tadinya satu kotak cuma Rp 30 ribu, kini satu kotak sudah Rp 60 ribu. Dua kali lipat naiknya. Luar biasa. “Sedih melihat nya. Kenapa masker dijadikan

Perihal dengan siapa aku dipertemukan,bagaimana kita berkenalan, Sampai menjadi teman hingga akhirnya dipisahkan, bahkan pun jika kembali dihadapkan, adalah cerita utuh yang sejak awal sudah kita susuri. Sebab itu tidaklah ada yang perlu disesali.Setiap detik hidup ini menarik untuk dikaji. Jangan sungkan mengucap "selamat datang"Kepada yang hadir